Wecome


Click here for Myspace Layouts
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

Senin, 26 April 2010

TUGAS
SISTEM BASIS DATA TERDISRIBUSI
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas
Mata kuliah Sistem Basis Data Terdistribusi



Disusun Oleh :
NAMA NIM

I. Ari Wibowo A1b07033
II. Rury Shinta d.s A1b06023




Program studi Teknik Informatika
Fakultas Sain And Teknologi
UMMI




UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI
2009/2010

tugas basis data

Data, Informasi dan Basis Data

Data merupakan fakta mengenai suatu objek seperti manusia, benda, peristiwa, konsep, keadaan dan sebagainya yang dapat dicatat dan mempunyai arti secara implisit.Data dapat dinyatakan dalam bentuk angka, karakter atau simbol, sehingga bila data dikumpulkan dan saling berhubungan maka dikenal dengan istilah basis data (database).Sedangkan menurut George Tsu-der Chou basis data merupakan kumpulan informasi bermanfaat yang diorganisasikan ke dalam aturan yang khusus. Informasi ini adalah data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang Menurut Encyclopedia of Computer Science and Engineer, para ilmuwan di bidang informasi menerima definisi standar informasi yaitu data yang digunakan dalam pengambilan keputusan.

Definisi lain dari basis data menurut Fabbri dan Schwab adalah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan duplikasi data

Menurut Ramez Elmasri mendefinisikan basis data lebih dibatasi pada arti implisit yang khusus, yaitu:
a. Basis data merupakan penyajian suatu aspek dari dunia nyata (real world).
b. Basis data merupakan kumpulan data dari berbagai sumber yang secara logika mempunyai arti implisit. Sehingga data yang terkumpul secara acak dan tanpa mempunyai arti, tidak dapat disebut basis data.
c. Basis data perlu dirancang, dibangun dan data dikumpulkan untuk suatu tujuan. Basis data dapat digunakan oleh beberapa user dan beberapa aplikasi yang sesuai dengan kepentingan user.

Hirarki Data
Data diorganisasikan kedalam bentuk elemen data (field), rekaman (record), dan berkas (file). Definisi dari ketiganya adalah sebagai berikut:

Berkas (file)




Rekaman (record) Rekaman (record) Rekaman (record) …





Elemen Data (field) Elemen Data (field) Elemen Data (field)


Gambar 1.1 Hirarki data




Sistem Basis Data
Gabungan antara basis data dan perangkat lunak SMBD (Sistem Manajemen Basis Data) termasuk di dalamnya program aplikasi yang dibuat dan bekerja dalam satu sistem disebut dengan Sistem Basis Data.

User/Programmer












Gambar 1.2 Konsep Sistem Basis Data (kompilasi Ramez Elmasri. dkk 1994)


Data Base Management System (DBMS)/Sistem Manajemen Basis Data (SMB)

DBMS dapat diartikan sebagai program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memodifikasi dan memperoleh data/informasi dengan praktis dan efisien.

Kelebihan dari DBMS antara lain adalah:
• Kepraktisan. DBMS menyediakan media penyimpan permanen yang berukuran kecil namun banyak menyimpan data jika dibandingkan dengan menggunakan kertas.
• Kecepatan. Komputer dapat mencari dan menampilkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat.
• Mengurangi kejemuan. Pekerjaan yang berulang-ulang dapat menimbulkan kebosanan bagi manusia, sedangkan mesin tidak merasakannya.
• Update to date. Informasi yang tersedia selalu berubah dan akurat setiap.

Keuntungan-keuntungan dalam penggunaan DBMS antara lain adalah:

a. Pemusatan kontrol data. Dengan satu DBMS di bawah kontrol satu orang atau kelkompok dapat menjamin terpeliharanya standar kualitas data dan keamanan batas penggunaannya serta dapat menetralkan konflik yang terjadi dalam persyaratan data dan integritas data dapat terjaga.
b. Pemakaian data bersama (Shared Data). Informasi yang ada dalam basis data dapat digunakan lebih efektif dengan pemakaian beberapa user dengan kontrol data yang terjaga.
c. Data yang bebas (independent). Program aplikasi terpisah dengan data yang disimpan dalam komputer.
d. Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru.
e. Pemakaian secara langsung. DBMS menyediakan interface yang memudahkan pengguna dalam mengolah data.

Kelemahan-kelemahan DBMS antara lain:

a. Biaya. Kebutuhan untuk medapatkan perangkat lunak dan perangkat keras yang tepat cukup mahal, termasuk biaya pemeliharaan dan sumber daya manusia yang mengelola basis data tersebut.
b. Sangat kompleks. Sistem basis data lebih kompleks dibandingkan dengan proses berkas, sehingga dapat mudah terjadinya kesalahan dan semakin sulit dalam pemeliharaan data.
c. Resiko data yang terpusat. Data yang terpusat dalam satu lokasi dapat beresiko kehilangan data selama proses aplikasi.


Arsitektur DBMS
Arsitektur ini dikenal dengan nama arsitektur tiga skema (three-schema architecture) dimana fungsi ini untuk memisahkan antara basis data fisik dengan program aplikasi user. Skema-skema tersebut adalah sebagai berikut:
a. Level internal merupakan skema internal yang memuat deskripsi struktur penyimpanan basis data dan menggunakan model data fisikal serta mendefinisikan secara detail penyimpanan data dalam
basis data, serta jalur pengaksesan data.
b. Level konsepsual adalah skema yang memuat deskripsi struktur basis data secara keseluruhan untuk semua pemakai. Skema ini hanya memuat deskripsi tentang entitas, atribut, hubungan dan batasan, tanpa memuat deskripsi data secara detail.
c. Level eksternal merupakan skema eksternal (user view) yang mendefinisikan pandangan data terhadap sekelompok user (local view) dengan menyembunyikan data lain yang tidak diperlukan oleh kelompok user tersebut.

Keuntungan dari arsitektur ini antara lain:
a. Perubahan skema konsepsual, yaitu adanya perubahan dalam skema konsepsual contohnya penambahan suatu item data tidak akan berpengaruh pada program aplikasi. Tetapi jika skema eksternal tidak sesuai lagi dengan skema konsepsual yang baru maka program aplikasi harus disesuaikan juga.
b. Perubahan skema internal. Pemisahan antara skema eksternal dan skema internal berfungsi untuk menjaga bila terjadi perubahan skema internal, misalnya ada penambahan “pointer” pada rekaman tidak memerlukan perubahan pada aplikasi.
c. Perubahan skema eksternal. Adanya penambahan skema eksternal atau pembuatan skema eksternal baru tidak akan berpengaruh pada aplikasi yang ada selama aplikasi tersebut tidak mengakses data berdasarkan skema yang baru.

Model Data
Model data dapat dikelompokkan berdasarkan konsep pembuatan deskripsi struktur basis data, yaitu:
a. Model data konsepsual (high level) menyajikan konsep tentang bagaiman user memandang atau
memperlakukan data. Dalam model ini dikenalkan tiga konsep penyajian data yaitu:
• Entity (entitas) merupakan penyajian obyek, kejadian atau konsep dunia nyata yang keberadaannya secara eksplisit didefinisikan dan disimpan dalam basis data, contohnya Mahasiswa, Matakuliah, Dosen, Nilai dan lain sebagainya.
• Atribute (atribut) adalah keterangan-keterangan yang menjelaskan karakteristik dari suatu entitas seperti NIM, Nama, Fakultas, Jurusan untuk entitas Mahasiswa.
• Relationship (hubungan) merupakan hubungan atau interaksi antara satu entitas dengan yang lainnya, misalnya entitas pelanggan berhubungan dengan entitas barang yang
dibelinya.
b. Model data fiskal (low level) merupakan konsep bagaimana deskripsi detail data disimpan ke
dalam komputer dengan menyajikan informasi tentang format rekaman, urutan rekaman, dan jalur pengaksesan data yang dapat membuat pemcarian rekaman data lebih efisien.
c. Model data implementasi (representational) merupakan konsep deskripsi data disimpan dalam
komputer dengan menyembunyikan sebagian detail deskripsi data sehingga para user mendapat gambaran global bagaimana data disimpan dalam komputer. Model ini merupakan konsep model data yang digunakan oleh model hirarki, jaringan dan relasional.

Skema dan Instan Basis Data
Skema basis data merupakan deskripsi dari basis data yang spesifikasinya ditentukan dalam tahap perancangan namun tidak terlalu diharapkan diubah setiap saat. Penggambaran skema umumnya hanya berisi sebagian dari deatil deskripsi basis data.

MAHASISWA
NIM NAMA FAKULTAS JURUSAN

MATA KULIAH
KD_MK MATA KULIAH SKS

DOSEN
KD_DOSEN NAMA ALAMAT TELEPON

KULIAH
ID_KUL NIM KD_MK KD_DOSEN SEMESTER TAHUN NILAI

Gambar 1.3 Skema Basis Data Akademi

Sekelompok data yang tersusun dalam satu baris rekaman (record/tuple) dan tersimpan dalam basis data disebut dengan instansi (instance) atau kejadian (occurences).


BASIS DATA TERDISTRIBUSI
Sebuah sistem database terdistribusi berisikan sekumpulan site, di mana tiap-tiap site dapat berpartisipasi dalam pengeksekusian transaksi-transaksi yang mengakses data pada satu site atau beberapa site. Tiap-tiap site dapat memproses transaksi lokal yaitu sebuah transaksi yang mengakses data pada satu site di mana transaksi telah d itentu kan.
Sebuah site juga dapat mengambil bagian dalam mengeksekusi transaksi global yaitu transaksi yang mengakses data pada site yang berbeda di mana transaksi telah ditentukan, atau transaksi yang mengakses data pada beberapa site yang berbeda
Site-site dalam database terdistribusi dihubungkan secara fisik dengan berbagai cara. Beberapa topologi digambarkan sebagai sebuah graph yang simpul-simpulnya bersesuaian dengan site. Sebuah edge dari simpul A ke simpul B bersesuaian dengan sebuah hubungan langsung antara dua site. Beberapa konfigurasi (bentuk) digambarkan sebagai berikut:

Keuntungan dan Kerugian Database Terdistribusi
a. Keuntungan-keuntungan dari database terdistribusi
1. Pengawasan distribusi dan pengambilan data
Jika sejumlah site yang berbeda dihubungkan satu sama lain, lalu seorang pemakai yang berada pada satu site dapat mengakses data yang tersedia pada site lain. Sebagai contoh : sistem distribusi pada sebuah bank memungkinkan seorang pemakai pada salah satu cabang dapat mengakses data cabang lain.
2. Reabiability dan availability Sistem distribusi dapat terus menerus berfungsi dalam menghadapi kegagalan dari site individu atau mata rantai komunikasi antar site.
Misal : jika site-site gagal dalam sebuah sistem distribusi, site-site lainnya dapat melanjutkan operasi jika data telah direplikasi pada beberapa site
3. Kecepatan pemrosesan query
Jika sebuah query melibatkan data pada beberapa site, memungkinkan membagi query ke dalam sub query yang dapat dieksekusi dalam bentuk paralel oleh beberapa site. Perhitungan secara paralel mempercepat pemrosesan dari seorang pemakai query
4. Otonomi lokal
Pendistribusian sistem mengizinkan sekelompok individu dalam sebuah perusahaan untuk melatih pengawasan lokal melalui data mereka sendiri. Dengan kemampuan ini dapat mengurangi ketergantungan pada pusat pemrosesan
5. Efisien dan fleksibel
Data dalam sistem distribusi dapat disimpan dekat dengan titik di mana data tersebut dipergunakan. Data dapat secara dinamik bergerak atau disalin, atau salinannya dapat dihapus.
b. Kerugian-kerugian dari database terdistribusi
1. Harga software yamg mahal
Hal ini disebabkan sangat sulit untuk membuat sistem database distribusi
2. Kemungkinan kesalahan lebih besar
Site-site yang termasuk dalam sistem distribusi beroperasi secara paralel sehingga menjadi lebih sulit untuk menjamin kebenaran dari algoritma. Adanya kesalahan mungkin tak dapat diketahui
3. Biaya pemrosesan tinggi
Perubahan pesan-pesan dan penambahan perhitungan dibutuhkan untuk mencapai koordinasi antar site.
Dalam memilih sebuah disain untuk sistem database, perancang harus mengimbangi keuntungan dan kerugian dari database terdistribusi.

Fragmentasi Data
Fragmentasi : relasi dipartisikan ke dalam beberapa bagian, setiap bagian disimpan
Ada beberapa hal yang terlibat dalam penyimpanan relasi pada database terdistribusi di antaranya fragmentasi data. Fragmentasi data memisahkan relasi ke dalam beberapa fragment. Tiap-tiap fragment disimpan pada site yang berbeda.
Pemisahan relasi global ke dalam fragment-fragment dapat disusun dengan menggunakan tiga jenis yang berbeda dari fragmentasi yaitu : fragmentasi horizontal, fragmentasi vertikal, dan fragmentasi campuran
Dalam seluruh jenis fragmentasi, sebuah fragment dapat didefinisikan dengan sebuah
ekspresi dalam sebuah bahasa relasional (dalam hal ini digunakan aljabar relasional)
yang mengambil relasi global sebagai operan dan memproduksi fragment sebagai hasil
Beberapa peraturan yang harus diikuti ketika mendefinisikan fragment : Kondisi lengkap.
Seluruh data dari relasi global harus dipetakan ke dalam fragment. Fragmentasi tidak akan terjadi jika sebuah data item yang dimiliki oleh relasi global, tidak dimiliki oleh beberapa fragment.
Kondisi penyusunan kembali.
Harus selalu mungkin untuk menyusun kembali tiap-tiap relasi global dari fragment-fragmentnya. Hanya fragment-fragment yang disimpan dalam database terdistribusi yang dapat membangun relasi global kembali melalui operasi penyusunan kembali jika diperlukan.
Kondisi disjoin.
Kondisi ini sangat berguna terutama untuk fragmentasi horizontal, sementara untuk fragmentasi vertikal kondisi ini kadang-kadang dilanggar.
Replikasi :
Sistem memelihara beberapa salinan (copy) dari relasi. Setiap salinan disimpan pada beberapa lokasi yang berbeda
Replikasi & Fragmentasi
Rancangan ini merupakan kombinasi dari replikasi dan fragmentasi. Relasi dipartisikan ke dalam beberapa bagian. Sistem memelihara salinan yang identik untuk setiap bagian.
Distributed Database
 Distribution and autonomy of business units
divisi dan departemen dari suatu organisasi tersebar secara geografis
 Data sharing
proses sharing data harus dilakukan secara mudah dan tepat
 Data communications costs and reliability
proses pertukaran data dalam jumlah yang besar melalui jaringan membutuhkan biaya yang besar dan berpengaruh pada performance jaringan
Homogenous Distributed Database

basis data

BASIS DATA TERDISTRIBUSI
Dalam sebuah database terdistribusi, database disimpan pada beberapa komputer. Komputer-komputer dalam sebuah sistem terdistribusi berhubungan satu sama lain melalui bermacam-macam media komunikasi seperti high-speed buses atau telephone line.
Sebuah sistem database terdistribusi berisikan sekumpulan site, di mana tiap-tiap site dapat berpartisipasi dalam pengeksekusian transaksi-transaksi yang mengakses data pada satu site atau beberapa site. Tiap-tiap site dapat memproses transaksi lokal yaitu sebuah transaksi yang mengakses data pada satu site di mana transaksi telah d itentu kan.
Sebuah site juga dapat mengambil bagian dalam mengeksekusi transaksi global yaitu transaksi yang mengakses data pada site yang berbeda di mana transaksi telah ditentukan, atau transaksi yang mengakses data pada beberapa site yang berbeda.
Untuk menggambarkan kedua tipe transaksi di atas, dapat dimisalkan : transaksi untuk menambahkan $50 pada nomor rekening 177 yang berada di cabang Valleyview. Jika transaksi telah ditentukan pada cabang Valleyview, maka transaksi ini dianggap transaksi lokal. Jika sebuah transaksi untuk mentransfer $50 dari rekening 177 ke rekening 305 yang berlokasi di cabang Hillside, maka transaksi ini dikatakan transaksi global karena rekening di dua site yang berbeda telah diakses sebagai hasil dari eksekusinya.
Site-site dalam database terdistribusi dihubungkan secara fisik dengan berbagai cara. Beberapa topologi digambarkan sebagai sebuah graph yang simpul-simpulnya bersesuaian dengan site. Sebuah edge dari simpul A ke simpul B bersesuaian dengan sebuah hubungan langsung antara dua site. Beberapa konfigurasi (bentuk) digambarkan sebagai berikut:



Fully connected network Partially connected network

Tree structured network Ring network Star network
Gam bar 1. Topologi network
Fully Connected network :
Keuntungan : kalau salah satu node rusak, yang lainnya masih dapat berjalan (tetapi biaya mahal).
Kerugian : control management tidak terjamin
Partially connected network :
Keuntungan : reliability rendah, biaya dapat ditekan Kerugian : control management tidak terjamin
Tree structure network :
Keuntungan : bersifat sentral, control management lebih terjamin Kerugian : kalau node pusat (A) rusak, semua akan rusak.
Cat : setiap proses dimulai dari bawah.
Ring Network (LAN) :
Keuntungan : rusak satu, yang lain masih berjalan
Kerugian : Control management kurang terjamin karena bersifat desentralisasi
Star Network (LAN) :
Keuntungan : - control management lebih terjamin, karena bersifat sentral - reliability rendah
Kerugian : kalau pusat rusak, yang lainnya rusak
Keuntungan dan Kerugian Database Terdistribusi
a. Keuntungan-keuntungan dari database terdistribusi
1. Pengawasan distribusi dan pengambilan data
Jika sejumlah site yang berbeda dihubungkan satu sama lain, lalu seorang pemakai yang berada pada satu site dapat mengakses data yang tersedia pada site lain. Sebagai contoh : sistem distribusi pada sebuah bank memungkinkan seorang pemakai pada salah satu cabang dapat mengakses data cabang lain.
2. Reliability dan availability
Sistem distribusi dapat terus menerus berfungsi dalam menghadapi kegagalan dari site individu atau mata rantai komunikasi antar site.
Misal : jika site-site gagal dalam sebuah sistem distribusi, site-site lainnya dapat melanjutkan operasi jika data telah direplikasi pada beberapa site
3. Kecepatan pemrosesan query
Jika sebuah query melibatkan data pada beberapa site, memungkinkan membagi query ke dalam sub query yang dapat dieksekusi dalam bentuk paralel oleh beberapa site. Perhitungan secara paralel mempercepat pemrosesan dari seorang pemakai query
4. Otonomi lokal
Pendistribusian sistem mengizinkan sekelompok individu dalam sebuah perusahaan untuk melatih pengawasan lokal melalui data mereka sendiri. Dengan kemampuan ini dapat mengurangi ketergantungan pada pusat pemrosesan.
5. Efisien dan fleksibel
Data dalam sistem distribusi dapat disimpan dekat dengan titik di mana data tersebut dipergunakan. Data dapat secara dinamik bergerak atau disalin, atau salinannya dapat dihapus.
b. Kerugian-kerugian dari database terdistribusi
1. Harga software yamg mahal
Hal ini disebabkan sangat sulit untuk membuat sistem database distribusi
2. Kemungkinan kesalahan lebih besar
Site-site yang termasuk dalam sistem distribusi beroperasi secara paralel sehingga menjadi lebih sulit untuk menjamin kebenaran dari algoritma. Adanya kesalahan mungkin tak dapat diketahui
3. Biaya pemrosesan tinggi
Perubahan pesan-pesan dan penambahan perhitungan dibutuhkan untuk mencapai koordinasi antar site.
Dalam memilih sebuah disain untuk sistem database, perancang harus mengimbangi keuntungan dan kerugian dari database terdistribusi.
Fragmentasi Data
Fragmentasi : relasi dipartisikan ke dalam beberapa bagian, setiap bagian disimpan pada lokasi yang berbeda.

Ada beberapa hal yang terlibat dalam penyimpanan relasi pada database terdistribusi di antaranya fragmentasi data. Fragmentasi data memisahkan relasi ke dalam beberapa fragment. Tiap-tiap fragment disimpan pada site yang berbeda.
Pemisahan relasi global ke dalam fragment-fragment dapat disusun dengan menggunakan tiga jenis yang berbeda dari fragmentasi yaitu : fragmentasi horizontal, fragmentasi vertikal, dan fragmentasi campuran.
Dalam seluruh jenis fragmentasi, sebuah fragment dapat didefinisikan dengan sebuah
ekspresi dalam sebuah bahasa relasional (dalam hal ini digunakan aljabar relasional)
yang mengambil relasi global sebagai operan dan memproduksi fragment sebagai hasil.
Beberapa peraturan yang harus diikuti ketika mendefinisikan fragment : Kondisi lengkap.
Seluruh data dari relasi global harus dipetakan ke dalam fragment. Fragmentasi tidak akan terjadi jika sebuah data item yang dimiliki oleh relasi global, tidak dimiliki oleh beberapa fragment.
Kondisi penyusunan kembali.
Harus selalu mungkin untuk menyusun kembali tiap-tiap relasi global dari fragment-fragmentnya. Hanya fragment-fragment yang disimpan dalam database terdistribusi yang dapat membangun relasi global kembali melalui operasi penyusunan kembali jika diperlukan.
Kondisi disjoin.
Kondisi ini sangat berguna terutama untuk fragmentasi horizontal, sementara untuk fragmentasi vertikal kondisi ini kadang-kadang dilanggar.
Jenis-Jenis Fragmentasi Data
1. Fragmentasi Horizontal.
Fragmentasi horizontal berisikan tuple-tuple yang dipartisi dari sebuah relasi global ke dalam sejumlah subset r1, r2, ... , rn. Tiap-tiap subset berisikan sejumlah tuple dari r. Tiap-tiap tuple dari r harus memiliki satu fragment, sehingga relasi yang asli dapat disusun kembali. Sebuah fragment dalam fragmentasi horizontal dapat didefinisikan sebagai sebuah seleksi pada relasi global r. Oleh karena itu sebuah predikat Pi digunakan untuk menyusun fragment ri seperti berikut :
ri = ói(r)
Penyusunan kembali dari relasi r dapat diperoleh dengan mengambil gabungan dari seluruh fragment :

n
r = U ri
i=1
2. Fragmentasi Vertikal Dalam fragmentasi vertikal, tiap-tiap fragment ri didefinisikan sebagai :
ri = ði(r)
Relasi global dapat disusun kembali dari fragment-fragment dengan mengambil natural join: r = r1 r2 r rn
Fragmentasi vertikal disempurnakan dengan menambahkan sebuah atribut yang disebut tuple identifier (tuple-id) ke dalam skema r. Sebuah tuple-id adalah sebuah alamat logik dari sebuah tuple. Tiap-tiap tuple dalam r harus memiliki sebuah alamat yang unik, atribut tuple-id sebagai kunci untuk penambahan skema.
Kunci tersebut akan direplikasikan ke dalam seluruh fragment dengan tujuan untuk penyusunan kembali relasi global. Kita dapat melihat bahwa dalam fragmentasi vertikal motivasi utama untuk memiliki fragment-fragment yang disjoin adalah tidak sepenting dalam fragmentasi horizontal.
3. Fragmentasi Campuran
Relasi r (global) dibagi-bagi ke dalam sejumlah relasi fragment r1, r2, r3, ..., rn. Tiap-tiap fragment diperoleh sebagai hasil baik dari skema fragmentasi horizontal ataupun skema fragmentasi vertikal pada relasi r, atau dari sebuah fragment r yang diperoleh sebelumnya.
Cara yang sederhana untuk membangun fragmentasi campuran sebagai berikut :
1. Menggunakan fragmentasi horizontal pada fragmentasi vertikal.
2. Menggunakan fragmentasi vertikal pada fragmentasi horizontal.
Contoh : Relasi Deposit
Deposit-Scheme(branch_name, account_number, customer_name, balance)


Branch-name account-
number Customer-
name balance
Hillside 305 Lowman 500
Hillside 226 Camp 336
Valleyview 177 Camp 205
Valleyview 402 Khan 10000
Hillside 115 Khan 62
Valleyview 408 Khan 1123
Valleyview 639 Green 750

Pemecahan relasi global dengan menggunakan :
1. Fragmentasi Horizontal :
Untuk menggambarkan ini, relasi r adalah relasi deposit dari tabel di atas. Relasi ini dapat dibagi ke dalam n fragment yang berbeda, di mana berisikan tuple-tuple dari rekening yang dimiliki oleh sebuah cabang utama. Jika bank hanya memiliki dua cabang, Hillside dan Valleyview maka ada dua fragment yang berbeda.
Kemudian fragmentasi horizontal dapat diuraikan sbb :
Deposit1 = ó branch-name = "Hillside" (Deposit) Deposit2 = ó branch-name = "Valleyview" (Deposit)
Fragment deposit1 disimpan pada site Hiilside dan fragment deposit2 disimpan pada site Valleyview.
Dua fragment ini digambarkan sbb:
branch-name account-number customer-name balance
Hillside 305 Lowman 500
Hillside 226 Camp 336
Hillside 115 Khan 62

(a) deposit1
branch-name
account-number customer-name balance
Valleyview 177 Camp 205
Valleyview 402 Khan 10000
Valleyview 408 Khan 1123
Valleyview 639 Green 750

(b) deposit2
Fragmentasi di atas memenuhi kondisi lengkap jika "Hillside" dan "Valleyview" adalah harga-harga yang mungkin dari atribut branch-name. Kondisi penyusunan kembali

sangat mudah untuk diperiksa karena selalu mungkin untuk disusun kembali relasi global deposit melalui operasi berikut :
Deposit = deposit1 U deposit2
Begitu juga untuk kondisi disjoin. Kita akan memakai predikat yang digunakan dalam operasi seleksi yang mendefinisikan sebuah fragment kualifikasinya :
q1 : branch-name = "Hillside"
q2 : branch-name = "Valleyview"
2. Fragmentasi Vertikal :
Pada fragmentasi vertikal, relasi deposit memerlukan penambahan tuple-id
Berikut ini adalah relasi deposit dengan penambahan tuple-id :
branch-name account-
number customer-
name balance tuple-id
Hillside 305 Lowman 500 1
Hillside 226 Camp 336 2
Valleyview 177 Camp 205 3
Valleyview 402 Khan 10000 4
Hillside 115 Khan 62 5
Valleyview 408 Khan 1123 6
Valleyview 639 Green 750 7

Sebuah fragmentasi vertikal dari relasi ini dapat diuraikan sebagai berikut :
Deposit3 = ð branch-name,customer-name,tuple-id (deposit) Deposit4 = ð account-number, balance,tuple-id (deposit)
branch-name customer-name tuple-id
Hillside Lowman 1
Hillside Camp 2
Valleyview Camp 3
Valleyview Khan 4
Hillside Khan 5
Valleyview Khan 6
Valleyview Green 7

(a) relasi deposit3


account-number Balance tuple-id
305 500 1
226 336 2
177 205 3
402 10000 4
115 62 5
408 1123 6
639 750 7

(b) relasi deposit4
Untuk menyusun kembali relasi deposit yang asli dari fragment-fragment, kita dapat menggunakan :
Ï€ Deposit-scheme(deposit3 deposit4)
Atribut join dari ekspresi di atas adalah tuple-id. Karena tuple-id menggambarkan sebuah alamat, hal ini memungkinkan untuk memasangkan sebuah tuple dari deposit3 yang berhubungan dengan tuple dari deposit4 dengan menggunakan alamat yang diberikan oleh harga tuple-id.
3. Fragmentasi Campuran :
Misalkan relasi r adalah relasi deposit dari gambar 1 di atas. Relasi ini dibagi ke dalam fragment deposit3 dan deposit4 seperti didefinisikan di atas. Selanjutnya kita dapat membagi fragment deposit3 menjadi fragment deposit3a dan fragment deposit3b dengan menggunakan skema fragmentasi horizontal ke dalam dua fragment berikut :
Deposit3a = ó branch-name = "Hillside" (Deposit3) Deposit3b = ó branch-name = "Valleyview" (Deposit3)
branch-name customer-name tuple-id
Hillside Lowman 1
Hillside Camp 2
Hillside Khan 5

(a)Relasi deposit3a

(b) relasi deposit3b
Replikasi :
Sistem memelihara beberapa salinan (copy) dari relasi. Setiap salinan disimpan pada beberapa lokasi yang berbeda
Replikasi & Fragmentasi
Rancangan ini merupakan kombinasi dari replikasi dan fragmentasi. Relasi dipartisikan ke dalam beberapa bagian. Sistem memelihara salinan yang identik untuk setiap bagian.

Minggu, 11 Oktober 2009

perangkat lunak

Perangkat lunak atau piranti lunak adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Perangkat lunak dapat juga dikatakan sebagai 'penterjemah' perintah-perintah yang dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan ke atau diproses oleh perangkat keras. Perangkat lunak ini dibagi menjadi 3 tingkatan: tingkatan program aplikasi (application program misalnya Microsoft Office), tingkatan sistem operasi (operating system misalnya Microsoft Windows), dan tingkatan bahasa pemrograman (yang dibagi lagi atas bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Pascal dan bahasa pemrograman tingkat rendah yaitu bahasa rakitan).

Perangkat lunak adalah program komputer yang isi instruksinya dapat diubah dengan mudah. Perangkat lunak umumnya digunakan untuk mengontrol perangkat keras (yang sering disebut sebagai device driver), melakukan proses perhitungan, berinteraksi dengan perangkat lunak yang lebih mendasar lainnya (seperti sistem operasi, dan bahasa pemrograman), dan

Dalam membahas jaringan selalu ada tiga komponen yang penting yang perlu dimengerti yaitu :

  1. Host atau node
  2. Link
  3. Perangkat Lunak (Software)

Host atau Node (Simpul)

Host atau node (simpul) adalah system komputer yang berfungsi sebagai sumber atau penerima dari data yang dikirimkan. Local host adalah sistem komputer yang dapat diakses oleh pemakai tanpa melalui jaringan, sedangkan remote host adalah sistem komputer yang hanya dapat digunakan melalui jaringan. Baik local maupun remote host dalam jaringan disebut sebagai simpul.

Link

Link adalah media komunikasi yang menghubungkan antara node yang satu dengan node yang lain. Media ini berupa saluran transmisi misalnya kabel.

Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak (software) adalah program yang mengatur dan mengelola jaringan secara keseluruhan. Program ini terdapat baik di sistem komputer sebagai sumber data maupun di sistem komputer sebagai penerima data. Disamping itu software juga memungkinkan sistem komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem komputer lain, karena sama seperti manusia hanya bisa berkomunikasi bila memiliki bahasa yang sama. Software-lah yang terutama melakukan hal tersebut (ini dikenal dengan istilah “protocol”). Ketiga komponen tersebut tadi harus ada untuk membentuk suatu jaringan.

Komponen-komponen Dasar LAN

Beberapa komponen dasr yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai berikut :

  1. Workstation
  2. Server
  3. Client
  4. Link (Hubungan)
  5. Transceiver
  6. Network Interface Card (Network Controller)
  7. Software Network

1 Workstation

Karena LAN terutama dikembangkan di sunia PC maka banyak istilah yang berhubungan dengan PC. Dalam istolah jaringan maka workstation sebenarnya adalah node atau host yang berupa suatu sistem komputer. Sistem komputer tersebut dapat merupakan sistem kmputer yang paling sederhana yaitu PC atau dapat juga suatu sistem komputer yang besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu mainframe.

User atau pemakai berhubungan dengan jaringan melalui workstation dan juga saling berkomunikasi seperti saling bertukar data. User juga melaksanakan (run) program aplikasi pada workstation. Program tersebut dapat bekerja tersendiri di workstation tersebut (stand-alone) atau dapat juga menggunakan jaringan, misalnya untuk saling berbagi informasi dengan workstation atau user lain.

2 Server

Sesuai dengan namanya ini adalah hardware atau perangkat keras yang berfungsi untuk melayani jaringan dan workstation yang terhubung pada jaringan tersebut. Software yang mengelola jaringan berjalan (run) pada server. Pada umumnya sumber daya (resources) seperti misalnya printer, disk, plotter, dan sebagainya yang hendak digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan bekerja pada server.

Bergantung pada jenis pelayanan yang dikehendaki maka dikenal antara lain disk server, file server, yaitu disk storage digunakan secara bersama oleh beberapa workstation. Jenis yang lain yaitu print server, yaitu printer digunakan secara bersama. Perlu diperhatikan bahwa suatu server seringkali dapat mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus.

Server dapat berupa sistem komputer yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut, sehingga ia tidak dapat digunakan sebagai workstation, karena baik secara hardware maupun software ia berfungsi mengelola jaringan.

Tetapi ada juga server yang sebenarnya berupa workstation dengan disk drive yang cukup besar kapasitasnya. Dalam hal ini server tersebut dapat digunakan juga sebagai workstation oleh si user/pemakai.

3 Client

Sebuah workstation umumnya berfungsi sebagai client dari suatu server, karena memang workstation akan menggunakan fasilitas yang diberikan oleh suatu server. Jadi server yang melayani, sedangkan client yang dilayani.

Baik server maupun client dalam jaringan dikenal sebagai node.

4 Link (Hubungan)

Workstation dan server tidak dapat berfungsii apabila peralatan tersebut secara fisik tidak saling dihubungkan. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai media transmisi yang umumnya berupa kabel.

Disamping itu terdapat peralatan pelengkap yang pada dasarnya berguna untuk memperpanjang jarak capai hubungan jaringan tersebut seperti misalnya repeater, bridge, gateway, dan sebagainya.

5 Transceiver

Perangkat keras yang menghubungkan workstation atau sistem komputer dengan media transmisi misalnya kabel koaksial (coaxial cable) pada LAN Ethernet. Jadi workstation tidak langsung dihubungkan tetapi melalui transceiver dan kabel transceiver (maksimum 50 meter) ke coaxial cable tersebut.

Perlu diperhatikan bahwa untuk Ethernet diperlukan terminator pada ke dua ujung kabel agar sinyal yang melalui kabel tersebut berjalan dengan baik.

6 Network Interface Card (Network Controller)

Suatu workstation tidak dihubungkan secara langsung dengan kabel jaringan ataupun dengan transceiver cable, tetapi melalui suatu rangkaian elektronika yang dirancang khusus untuk menangani network protocol yang berhubungan dengan hardware. Rangkaian ini disebut Network Interface Card atau Network Controller. Network Controller ini berbeda-beda untuk setiap jenis LAN, tetapi memang ada controller yang rangkaiannya dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk lebih dari satu jenis LAN.

7 Software Network

Software ini sangat penting dan mutlak, karena tanpa software maka jaringan tersebut tidak akan berfungsi sehingga workstation dan server tidak dapat bekerja sebagaimana yang dikehendaki. Software ini juga yang memungkinkan sistem komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem komputer yang lain. Bagus tidaknya suatu LAN sangat ditentukan oleh bagus tidaknya software yang mengelola jaringan tersebut.

Jenis LAN dapat dilihat dari beberapa hal :

- Media Transmisi

- Metode Transmisi

- Topologi

- Metode Akses

Media Transmisi

Jenis media yang paling banyak digunakan untuk suatu local area network adalah sebagai berikut :

  1. Twisted Pair
  2. Kabel Koaksial (Coaxial Cable)
  3. Kabel Serat Optik (Fiber Optic Cable)

Metode Transmisi

Jenis jaringan juga dapat dibedakan berdasarkan

Dalam membahas jaringan selalu ada tiga komponen yang penting yang perlu dimengerti yaitu :

  1. Host atau node
  2. Link
  3. Perangkat Lunak (Software)

Host atau Node (Simpul)

Host atau node (simpul) adalah system komputer yang berfungsi sebagai sumber atau penerima dari data yang dikirimkan. Local host adalah sistem komputer yang dapat diakses oleh pemakai tanpa melalui jaringan, sedangkan remote host adalah sistem komputer yang hanya dapat digunakan melalui jaringan. Baik local maupun remote host dalam jaringan disebut sebagai simpul.

Link

Link adalah media komunikasi yang menghubungkan antara node yang satu dengan node yang lain. Media ini berupa saluran transmisi misalnya kabel.

Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak (software) adalah program yang mengatur dan mengelola jaringan secara keseluruhan. Program ini terdapat baik di sistem komputer sebagai sumber data maupun di sistem komputer sebagai penerima data. Disamping itu software juga memungkinkan sistem komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem komputer lain, karena sama seperti manusia hanya bisa berkomunikasi bila memiliki bahasa yang sama. Software-lah yang terutama melakukan hal tersebut (ini dikenal dengan istilah “protocol”). Ketiga komponen tersebut tadi harus ada untuk membentuk suatu jaringan.

Komponen-komponen Dasar LAN

Beberapa komponen dasr yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai berikut :

  1. Workstation
  2. Server
  3. Client
  4. Link (Hubungan)
  5. Transceiver
  6. Network Interface Card (Network Controller)
  7. Software Network

1 Workstation

Karena LAN terutama dikembangkan di sunia PC maka banyak istilah yang berhubungan dengan PC. Dalam istolah jaringan maka workstation sebenarnya adalah node atau host yang berupa suatu sistem komputer. Sistem komputer tersebut dapat merupakan sistem kmputer yang paling sederhana yaitu PC atau dapat juga suatu sistem komputer yang besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu mainframe.

User atau pemakai berhubungan dengan jaringan melalui workstation dan juga saling berkomunikasi seperti saling bertukar data. User juga melaksanakan (run) program aplikasi pada workstation. Program tersebut dapat bekerja tersendiri di workstation tersebut (stand-alone) atau dapat juga menggunakan jaringan, misalnya untuk saling berbagi informasi dengan workstation atau user lain.

2 Server

Sesuai dengan namanya ini adalah hardware atau perangkat keras yang berfungsi untuk melayani jaringan dan workstation yang terhubung pada jaringan tersebut. Software yang mengelola jaringan berjalan (run) pada server. Pada umumnya sumber daya (resources) seperti misalnya printer, disk, plotter, dan sebagainya yang hendak digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan bekerja pada server.

Bergantung pada jenis pelayanan yang dikehendaki maka dikenal antara lain disk server, file server, yaitu disk storage digunakan secara bersama oleh beberapa workstation. Jenis yang lain yaitu print server, yaitu printer digunakan secara bersama. Perlu diperhatikan bahwa suatu server seringkali dapat mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus.

Server dapat berupa sistem komputer yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut, sehingga ia tidak dapat digunakan sebagai workstation, karena baik secara hardware maupun software ia berfungsi mengelola jaringan.

Tetapi ada juga server yang sebenarnya berupa workstation dengan disk drive yang cukup besar kapasitasnya. Dalam hal ini server tersebut dapat digunakan juga sebagai workstation oleh si user/pemakai.

3 Client

Sebuah workstation umumnya berfungsi sebagai client dari suatu server, karena memang workstation akan menggunakan fasilitas yang diberikan oleh suatu server. Jadi server yang melayani, sedangkan client yang dilayani.

Baik server maupun client dalam jaringan dikenal sebagai node.

4 Link (Hubungan)

Workstation dan server tidak dapat berfungsii apabila peralatan tersebut secara fisik tidak saling dihubungkan. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai media transmisi yang umumnya berupa kabel.

Disamping itu terdapat peralatan pelengkap yang pada dasarnya berguna untuk memperpanjang jarak capai hubungan jaringan tersebut seperti misalnya repeater, bridge, gateway, dan sebagainya.

5 Transceiver

Perangkat keras yang menghubungkan workstation atau sistem komputer dengan media transmisi misalnya kabel koaksial (coaxial cable) pada LAN Ethernet. Jadi workstation tidak langsung dihubungkan tetapi melalui transceiver dan kabel transceiver (maksimum 50 meter) ke coaxial cable tersebut.

Perlu diperhatikan bahwa untuk Ethernet diperlukan terminator pada ke dua ujung kabel agar sinyal yang melalui kabel tersebut berjalan dengan baik.

6 Network Interface Card (Network Controller)

Suatu workstation tidak dihubungkan secara langsung dengan kabel jaringan ataupun dengan transceiver cable, tetapi melalui suatu rangkaian elektronika yang dirancang khusus untuk menangani network protocol yang berhubungan dengan hardware. Rangkaian ini disebut Network Interface Card atau Network Controller. Network Controller ini berbeda-beda untuk setiap jenis LAN, tetapi memang ada controller yang rangkaiannya dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk lebih dari satu jenis LAN.

7 Software Network

Software ini sangat penting dan mutlak, karena tanpa software maka jaringan tersebut tidak akan berfungsi sehingga workstation dan server tidak dapat bekerja sebagaimana yang dikehendaki. Software ini juga yang memungkinkan sistem komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem komputer yang lain. Bagus tidaknya suatu LAN sangat ditentukan oleh bagus tidaknya software yang mengelola jaringan tersebut.

Jenis LAN dapat dilihat dari beberapa hal :

- Media Transmisi

- Metode Transmisi

- Topologi

- Metode Akses

Media Transmisi

Jenis media yang paling banyak digunakan untuk suatu local area network adalah sebagai berikut :

  1. Twisted Pair
  2. Kabel Koaksial (Coaxial Cable)
  3. Kabel Serat Optik (Fiber Optic Cable)

Metode Transmisi

Jenis jaringan juga dapat dibedakan berdasarkan

metode trnsmisi yang digunakan dalam pengiriman yakni

1. Baseband

2. Broadband

Topologi

Jenis jaringan juga dapat dibedakan atas bagaimana system atau node yang satu dihubungkan dengan sitem atau node yang lain atau berdasarkan topolginya, yakni :

  1. Ponit to point
  2. Star
  3. Ring
  4. Bus
  5. Tree

Metode Akses

Yang dimaksud dengan metode akses atau metode pengambilan data oleh system dari jaringan adalah bagaimana atau cara system menggunakan jaringan secara bersama.

  1. CSMA / CD
  2. Token Passing

Perangkat LAN

1. Repeater

2. Hub

3. Bridge

4. Switch

5. Router

6. Access Point

7. Gateway

metode trnsmisi yang digunakan dalam pengiriman yakni

1. Baseband

2. Broadband

Topologi

Jenis jaringan juga dapat dibedakan atas bagaimana system atau node yang satu dihubungkan dengan sitem atau node yang lain atau berdasarkan topolginya, yakni :

  1. Ponit to point
  2. Star
  3. Ring
  4. Bus
  5. Tree

Metode Akses

Yang dimaksud dengan metode akses atau metode pengambilan data oleh system dari jaringan adalah bagaimana atau cara system menggunakan jaringan secara bersama.

  1. CSMA / CD
  2. Token Passing

Perangkat LAN

1. Repeater

2. Hub

3. Bridge

4. Switch

5. Router

6. Access Point

perangkat keras

A. Pengertian Hardware

Perangkat Keras (Hardware) teknologi informasi salah satu diantaranya adalah sebuah PC dimana pengertian hardware itu sendiri adalah peralatan fisik dari computer yang dapat dilihat dan dirasakan.

Adapun Hardware terdiri dari :

1. Input Device (Perangkat Masukan )

Perangkat masukan berfungsi untuk memasukan data atau input untuk diproses menjadi informasi atau keluaran.

Berikut ini adalah contoh-contoh dari Input Device

a. Mouse

Pemakaian mouse merupakan bagian terpenting dari sistem operasi yang menggunakan tampilan grafik. Pada saat bekerja pengguna mouse sering dipergunakan dengan istilah ”Pointer” yang berfungsi untuk memindahkan dan mengarahkan penunjuk mouse pada ruang kerja sistem operasi.

mouse.jpgSebagian besar terdapat tiga tombol, tetapi pada umumnya hanya dua tombol yang berfungsi yaitu tombol paling kiri dan yang paling kanan. Pengaruh dari penekanan tombol atau dikenal dengan istilah ”Clik” tergantung pada objek (daerah) yang kita tunjuk. Selain itu juga mouse juga kita kenal dengan istilah ”Drag” yang artinya menggeser atua menarik. Apabila menekan tombol paling kiri tanpa melepaskannya sambil menggeser salah satu objek, akibatnya objek tersebut akan berpindah ke objek lain. Kemungkinan-keungkinan ini tergantung dari jenis program aplikasi yang kita jalankan. Mouse terhubung dengan sebuah kabel yang terdapat pada mouse. Ujung kabel tersebut di masukan dalam port yang terdapat di CPU Komputer.

Mouse terdiri dari :

1) Dual button

2) Three button

3) Scroll button

b. Keyboard

Adalah peralatan mengetik yang digunakan untuk mengimput (memasukan) teks dan juga untuk mengontrol pengoperasian komputer. Keyboard sering juga disebut papan ketik yang merupakan perangkat yang sering dipergunakan dalam kegiatan sehari-hari. Karakteristik dan sususnan keyboard pada komputer hampir sama dengan mesin tik manual seperti susunan QWERTY tetapi terdapat beberapa tambahan lain seperti tombol fungsi (F1…….F12), Esc, serta tombol khusus lainnya yang jumlah seluruhnya 104 tuts.. Tombol – tombol tersebut mempunyai huruf atau simbol yang terletak diatasnya yang menunjukan huruf atau simbol yang akan ditampilkan di monitor bila ditekan.

kb.jpg
c. Scanner

Berguna untuk memindal (men-scan) gambar atau dokumen dalam bentuk teks diatas kertas ke dalam dokumen atau file komputer.

Berdasarkan cara penggunaanya secara garis besar terbagi dalam dua bagian yaitu :

1) Hand-held scanner yang pemakaianya menggunakan tangan untuk menscan objek dan banyak digunakan oleh supermarket untuk menscan harga barang atau barcode.

2) Plat bed scanner yaitu scaner yang penggunaanya dengan cara meletakan objek yang akan discanner di antara lensa dan cover. Jenis ini banyak dipakai di kantor.

Selain Perangkat masukan yang dijelaskan diatas masih ada jenis input device yang lain seperti halnya kamera, light pen, digital device dan lain-lain.

2. Output Device (Perangkat Keluaran)

Salah satu perangkat keluaran yang berfungsi untuk melihat hasil proses dari masukan.

mon.jpgAdapun macam-macam Output device adalah sebagai berikut :

a. Monitor

Merupakan salah satu perangkat yang berguna untuk menampilkan informasi yang dihasilkan dari proses input, disebut juga Soft-Copy device karena keluarannya berupa signal elektrik. Monitor memiliki berbagai ukuran seperti halnya televisi.

Dibawah ini merupakan jenis-jenis monitor adalah sebagai berikut :

1) Monitor Monochrome disebut juga Monitor tidak warna

2) Monitor Warna

Terdapat beberapa jenis monitor warna yang beredar dipasaran yaitu :

· Monitor CGA (Color Graphics Adapter)

Mempunyai resolusi sederhana yaitu 320 x 200 pixel dan resolusi tinggi 640×360 pixel.

· Monitor EGA (Enhance Graphics Adapter)

Mempunyai resolusi 320×200 pixel

· Monitor VGA (Video Graphics Adapter)

Mempunyai resolusi 800×600 pixel dan banyak beredar di pasaran.

· Monitor SVGA ( Super Video Graphics Adapter)

Mempunyai resolusi setinggi 1024×768 pixel yang lebih baik dari VGA. Terdapat 256 warna pada layar monitor SVGA.

· Monitor LCD (Liquid Cristal Display)

Monitor ini hanya membutuhkan listrik sedikit.

3) Monitor Multisyne

Monitor ini ukurannya lebih besar dari layer warna.

4) Monitor ELD (Electro Luminscent Display)

Mempunayai resolusi 800×600 pixel dan biasa dipakai pada computer jenis laptop, palm top atau note book.

b. Printer

Perangkat ini berfungsi untuk mencetak proses dari masukan (input)

Secara garis besar printer terdiri atas :

1) Dot matarix Printers, yang bekerja secara hentakan.

Jenis printer ini sebenarnya menghentakan tinta di atas karbon untuk membentuk karakter di kertas. Biasa digunakan untuk slip gaji dan wartel.

2) Injeks Printers

Jenis ini sering digunakan untuk pencetakan dalam jumlah yang sedikit dan tidak mengutamakan kecepatan. Printer ini bekerja dengan cara menyemprotkan cairan tinta di atas kertas. Print head printer inkjet diberi nama Piezoelectric Print heads. Kualitas hasil printer di ukur dengan dots per inch (dpi) dan kecepatan mencetaknya di ukur dengan page per minute (ppm)

3) Laser Printers

Jenis printer ini menghasilkan cetakan yang baik dengan kecepatan tinggi dan di desain untuk memberikan hasil yang bagus dalam percetakan grafik dan photo.

Untuk contoh Out put yang lain seperti speaker, proyektor dan lain-lain.

3. CPU (Central Processing Unit)

Semua kegiatan dan proses yang dilakukan komputer dikendalikan oleh CPU dengan kata lain CPU merupakan sebuah chip mikroposesor yang berfungsi sebagai otak dari system komputer. Dalam proses kerja suatu komputer, processor merupakan bagian terpenting dalam melakukan proses masukan dan keluaran.

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut :







Adapun komponen – komponen penting yang harus ada di CPU adalah :

a. Power Supply

Merupakan komponen utama pada system PC yang berfungsi memberikan tenaga agar semua komponen dapat beroperasi atau untuk mencatu daya keseluruhan komputer.

Power Supply ada dua yaitu :

1) Power Supply AT

Biasaya dipakai pada Komputer Pentium I dan II dengan menghasilkan tegangan 5 volt, 12 volt, -5 volt, -12 volt.

2) Power Supply ATX

Biasaya dipakai pada Komputer Pentium III dengan menghasilkan tegangan 5 volt, 12 volt, -5 volt, -12 volt dan 3,3 volt.

b. Motherboard (Mobo)

mother.jpgPapan utama dimana terdapat chip-chip control.

Jenis-jenis Mobo sebagai berikut :

1) XT (Extension Technology) yang berkeupayaan 8 bit

2) AT (Advanced Technology) yang berkeupayaan 16 bit

3) VXT (Versus Advanced Technology) yang berkeupayaan 32 bit

4) ATX Papan Induk bagi Pentium Pro yang berkeupayaan 64 bit

5) BTX (Balanced Technology Extended)

c. Mikroprosesor (Processor)

Mikroposesor yang sering dijadikan ukuran besar kecilnya kemampuan dan kapasitas sebuah komputer.

Ada tiga bagian penting dalam Mikroposesor

· ALU ( Arithmetic Logical Unit)

Merupakan pusat dari segala perhitungan matematis untuk menjalankan semua perintah yang harus dilaksanakan oleh sebuah sistem PC.

· CU (Control Unit)

Merupakan bagian yang menjadi pengatur dari semua lalu lintas data maupun perhitungan yang dilakukan prosesor.

· MU (Memory Unit)

Unit Pendukung dimana perintah-perintah yang sering digunakan oleh posesor akan disimpan sementara pada bagian ini.

d. RAM ( Random Acces Memory)

Dari namanya dapat di artikan bahwa RAM adalah memori yang dapat di akses secara random. RAM berfungsi untuk menyimpan program yang kita olah untuk sementara waktu (power on). Jika komputer kita matikan makam seluruh data yang tersimpan dalam RAM akan hilang. Agar data yang kita buat tidak hilang maka diperlukan media penyimpanan, seperti disket, hardisk, Cdrom dan lain-lain.

e. ROM ( Read Only Memory)

ROM adalah memori yang hanya bisa dibaca saja tidak dapat dirubah dan dihapus sudah di isi oleh pabrik pembuat komputer.

Jenis – jenis ROM adalah :

1) PROM ( Programable ROM)

ROM yang biasa kita program kembali dengan catatan hanya boleh satu perubahan setelah itu tidak dapat lagi diprogram.

2) RPROM (Re-Programable ROM)

Perkembangan dari versi PROM dimana kita dapat melakukan perubahan berulang kali sesuai dengan yang kita inginkan.

3) EPROM ( Erasable Program ROM )

ROM yang dapat kita hapus dan program kembali, tapi cara penghapusannya dengan sinar ultraviolet.

4) EEPROM (Electrically Erasable ROM)

Perkembangan mutakhir dari ROM dimana kita dapat mengubah dan menghapus program ROM dengan menggunakan tehnik electrik.

4. STORAGE DEVICE ( Media Penyimpanan)

hd.jpgJenis-jenis Media Penyimpanan sebagai berikut :

a. Hard disk

Media penyimpanan internal yang kapasitasnya besar, untuk saat ini kapasitas hard disk mencapai 120 GB

b. disker.jpgDisket

Media penyimpanan data yang berbentuk seperti amplop dan dapat menyimpan data antara 700KB hingga 1,44 MB

c. cd.jpgCdrom / DVD

Merupakan media penyimpanan berbentuk piringan Cdrom mampu menyimpan data sampai 700 MB, sementara DVD mampu menyimpan antara 4 GB hingga 9 GB.

d. Flash disk

Media penyimpanan data berbentuk pena, nerukuran 64 MB hingga 2000Mb

5. PERIFERAL

Periferal adalah semua peralatan yang terhubung dengan komputer.

Berdasarkan kegunaannya periferal dibagi menjadi dua bagian yaitu :

a. Periferal Utama (Main Peripheral) adalah peralatan yang harus ada dalam mengoperasikan komputer.

Contoh : Monitor, Keyboard dan Mouse

b. Periferal Pendukung (Auxillary Peripheral) adalah peralatan yang tidak mesti ada dalam mengoperasikan komputer tetapi diperlukan untuk kegiatan tertentu, misalnya : Modem, network card (kartu jaringan), TV tuner dan lain-lain.

Dalam hal ini kami akan membahas periferal pendukung karena periferal utama sudah kami jelaskan pada bahasan Input Device.

1) Modem

Modem berasal dari singkatan Modulator Demodulator. Perangkat keras ini digunakan untuk mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog sehingga data dari komputer bisa dikirimkan melalui saluran telepon atau saluran lainnya

Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada modem untuk diubah menjadi sinyal analog. sinyal analog tersebut dapat dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi seperti telepon dan radio , setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah menjadi sinyal digital kembali dan dikirimkan kepada komputer.

Terdapat dua jenis modem secara fisiknya, yaitu modem eksternal dan modem internal.

a) Modem Internal.

mi.jpgModem Internal adalah modem yang tertanam pada mainboard, biasanya berupa kartu tambahan yang dipasang pada slot PCI sehingga tidak memerlukan penambahan kabel ataupun supply listrik lagi. Modem jenis ini harganya relatif lebih murah dari yang eksternal.

Kelebihan modem ini adalah Kita tidak perlu menyediakan space untuk penempatan modem sehingga terjadi penghematan ruang pada meja komputer kita,

Kekurangan dari modem internal ini adalah akses internet cenderung lebih lambat dari yang menggunakan modem eksternal.

b) Modem Eksternal.

me.jpgModem eksternal adalah modem yang letaknya berada pada luar CPU dan tidak tertanam pada slot tambahan yang ada pada mainboard . Modem ini biasanya terhubung ke COM 1 , COM 2 atau pun lainnya. Modem jenis ini dipasarkan dalam berbagai bentuk ada yang segiempat, bulat, dan berbagai bentuk menarik lainnya.

Kelebihan dari modem eksternal ini adalah Akses lebih cepat dari yang menggunakan modem internal sedangkan kekurangan dari modem ini adalah harga relatif masih lebih mahal dari yang modem internal.

2) Network Interface Card atau Kartu Jaringan

Network interface card adalah kartu — maksudnya papan elektronik — yang ditanam pada setiap komputer yang terhubung ke jaringan. Beberapa komputer desktop yang dijual di pasaran saat ini sudah dilengkapi dengan kartu ini. Saat Anda membeli komputer, Anda bisa menanyakan penjualnya apakah pada komputer sudah dipasangkan NIC. Jika belum Anda bisa meminta penjualnya untuk memasangkan, atau Anda bisa membelinya dan memasangnya sendiri.

Ada banyak macam kartu jaringan. Ada tiga hal yang harus Anda perhatikan dari suatu NIC

a) Tipe kartu,

Ada dua macam tipe kartu, yaitu PCI dan ISA. Sebagai sedikit penjelasan, pada komputer ada beberapa slot (tempat menancapkan kartu) yang disebut expansion slot. Slot-slot ini saat Anda membeli komputer sengaja dibiarkan kosong oleh pembuat komputer agar Anda bisa meningkatkan kemampuan komputer Anda dengan menambahkan beberapa kartu — misalnya, kartu suara (untuk membuat komputer “bersuara bagus”), kartu video (untuk membuat tampilan layar komputer lebih bagus), kartu SCSI (untuk membuat komputer bisa berkomunikasi dengan perangkat berbasis SCSI), atau network interface card (untuk membuat komputer bisa berkomunikasi dengan komputer lain dalam jaringan). Ada dua tipe slot yang banyak dijumpai pada komputer-komputer yang beredar di pasaran, yaitu slot PCI dan slot ISA. Jika Anda membuka kotak (casing) komputer Anda, di bagian belakang Anda bisa melihat ada dua deret slot. Slot PCI biasanya adalah yang berwarna putih, slot ini lebih pendek dibandingkan slot PCI. Slot PCI mendukung kecepatan I/O (input/output) yang lebih tinggi. Di pasaran, biasanya harga kartu berbasis PCI lebih mahal

b) Jenis Protokol

Dari sisi protokol, jenis protokol yang saat ini paling banyak digunakan adalah Ethernet dan Fast Ethernet. Ada beberapa protokol lain, tetapi kurang populer, yaitu Token Ring, FDDI, dan ATM. Dua protokol terakhir cenderung digunakan pada jaringan besar sebagai backbone (jaringan tulang punggung yang menghubungkan banyak segmen jaringan yang lebih kecil). Ethernet mendukung kecepatan transfer data sampai 10Mbps, sedangkan Fast Ethernet mendukung kecepatan transfer data sampai 100Mbps. Jika memilih untuk menggunakan protokol Ethernet, Anda harus membeli kartu Ethernet. Demikian juga jika Anda telah memilih Fast Ethernet. Namun saat ini juga ada kartu combo yang mendukung Ethernet maupun Fast Ethernet. Kartu combo bisa mendeteksi sendiri berapa kecepatan yang sedang digunakan pada jaringan. Jika saat ini Anda memilih menggunakan Ethernet, tetapi Anda telah merencanakan untuk suatu saat nanti memerlukan kecepatan transfer yang lebih tinggi — sehingga memerlukan Fast Ethernet tak salah jika Anda memilih kartu combo. Dari sisi harga, kartu Ethernet saat ini boleh dibilang sudah sangat murah

c) Tipe Kabel Yang Didukungnya

Yang paling banyak dipilih orang adalah UTP, karena murah, kemampuannya memadai dan pemasangannya cenderung lebih mudah. Kabel coaxial (mirip dengan kabel televisi) dulu banyak digunakan orang, tetapi saat ini boleh dibilang sudah hampir tak dilirik. Fiber optik merupakan kabel paling mahal (dari sisi instalasi maupun harga per meter), tetapi kemampuannya mendukung kecepatan transfer data paling bagus. Pemasangan kabel fiber optik paling rumit, karena itu mahal.

Dalam memilih NIC, Anda harus menyesuaikan dengan tipe kabel yang telah/akan Anda pasang. Port/colokan untuk kabel UTP berbentuk mirip dengan kabel telepon tetapi sedikit lebih besar, port ini dikenal sebagai RJ-45. Ada beberapa kartu yang mendukung dua atau lebih tipe kabel. Namun jika Anda hanya akan menggunakan satu tipe kabel, pilihlah kartu yang mendukung satu tipe kabel saja karena harganya akan jauh lebih murah.

Satu hal lagi, jika Anda menggunakan komputer portabel (notebook), untuk berkoneksi ke jaringan Anda menggunakan kartu PCMCIA. Bentuk kartu ini mirip kartu kredit, tetapi sedikit tebal. Kartu ini dimasukkan ke port PCMCIA yang ada pada setiap notebook. Jika untuk komputer desktop sudah tersedia banyak pilihan kartu untuk protokol Fast Ethernet, untuk PCMCIA pilihan mereknya masih sedikit sehingga harganya sangat mahal. Jika pada komputer desktop tidak ada kartu kombinasi antara kartu jaringan dengan kartu modem, pada PCMCIA kombinasi ini justru menjadi salah satu favorit. Dengan kombinasi ini, Anda menghemat penggunaan slot PCMCIA dengan hanya menggunakan satu slot untuk dua kegunaan: modem dan jaringan. Saat ini hampir semua NIC yang beredar di pasaran sudah mendukung Plug-n-Play (NIC secara otomatis dikonfigurasi tanpa intervensi pengguna), tetapi ada baiknya Anda pastikan bahwa NIC yang Anda beli memang mendukung PnP.

3) TV Tunner

tv.jpgmungkin kita pernah menonton TV dan mendengar siaran radio dengan komputer ? Pasti ada yang sudah pernah. Nah, bagi yang belum pernah, artikel kali ini akan membahas bagaimana cara agar kita bisa menonton TV dan mendengarkan radio dengan komputer yang kita miliki. Caranya, kita harus mempunyai lebih dahulu sebuah alat atau perangkat keras komputer yang bernama TV Tuner. Jika belum punya, TV Tuner saat ini bisa didapatkan/dibeli di toko-toko yang menjual perangkat komputer. TV Tuner adalah sebuah hardware untuk menangkap siaran televisi dan radio FM.

Dengan TV Tuner kita dapat merekam siaran televisi yang sedang di tonton (video capture) dan dapat diputar kemudian dengan Windows Media Player. Dan kita juga dapat menangkap (memotret) gambar televisi dan menyimpannya ke dalam hard disk (snapshot), kemudian membuatnya menjadi wallpaper atau menggabungkannya ke dalam naskah. Demikian juga dengan radio, Anda dapat merekam siaran radio FM dan menyimpannya secara otomatis ke dalam hard disk (sound capture). Gambar yang dihasilkan TV Tuner sama seperti gambar yang dihasilkan televisi biasa, dan suara radio FM yang dihasilkan TV Tuner sama seperti radio stereo. Sedangkan hasil rekaman yang dihasilkan TV Tuner sama seperti aslinya (baik untuk TV maupun radio). Dengan TV Tuner, kita sudah memiliki TV dan Radio FM dalam komputer kita yang selangkah lebih maju dari TV dan radio stereo biasa

tuner.jpgSebelum menonton TV di komputer, TV Tuner yang kita punyai harus dipasang pada CPU Komputer kita (card TV Tuner dipasang pada slot yang masih kosong pada CPU). Setelah itu, baru di instal software pendukungnya yang biasanya terdapat dalam satu paket yang kita beli. TV Tuner dapat dijalankan di komputer yang mempunyai sistem operasi Windows 98 SE, Windows Me, Windows 2000 maupun dengan Windows XP. Yang terbaik di antaranya adalah dengan Windows XP.

Selain dengan TV Tuner card, ada sebuah alat lagi yang membuat kita bisa menonton TV dengan komputer. Alat ini tidak perlu dimasukkan/dipasang dalam CPU komputer. Alat ini bisa diletakkan di atas CPU atau meja lain, kemudian dihubungkan ke CPU komputer dengan sebuah kabel. Alat ini juga memiliki sebuah antena, yang berfungsi menangkap sinyal siaran televisi dan radio. Alat ini lebih mudah digunakan dan bersifat portable (dapat digunakan pada komputer yang lain). Sekilas, bentuknya mirip seperti modem eksternal.


3 komentar:

EzZa LoNeLy mengatakan...

hay nieeezzzzz
ni q henny ry ya gmailnya g q lz coz khps sh....n ry jg g prnh plang brng cz q sibuuuuuuuuuuuuuuuuuuuk bgt...bkn film gtulah..dah dluya...

Fikri mengatakan...

uy,,,!
tkj 2 ye?fikri nehh..!
ketauan y ambil isi dari link neh?
heheheh


http://otakkacau.co.cc/?p=92

Fikri mengatakan...

febri ye?